Rabu, 25 April 2012

10 Alasan Untuk Gowes

KOMPAS.com - Kebanyakan orang setuju bahwa olahraga secara rutin penting dilakukan. Agar tubuh tetap sehat, seseorang butuh berolahraga setidaknya selama 30 menit; itu setara dengan berjalan 10.000 langkah atau 8 kilometer bersepeda.
Sepeda merupakan suatu alat transportasi yang dijadikan sebagai media rekreasi sekaligus olahraga. Selain menyehatkan raga, bersepeda, juga dapat menjaga kesehatan jiwa Anda. Mengendarai sepeda dapat dinikmati oleh semua orang dengan segala usia, juga dapat dilakukan dimana dan kapan saja.
Bukan hanya itu, berikut sejumlah alasan mengapa bersepeda sangat perlu dilakukan oleh Anda :  
1. Jaga sistem kekebalan tubuh : Sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk melindungi tubuh dari infeksi dan berbagai bentuk penyakit sitemik. Penelitian menunjukkan bahwa aktifitas tingkat sedang, seperti bersepeda, dapat menguatkan sistem kekebalan tubuh dan memberikan kontribusi untuk hidup sehat. Selain itu, sistem kekebalan tubuh dapat meningkatkan aktivitas melawan tumor serta membantu pencegahan penyakit yang terkait--dengan tumor.
2. Otot menjadi kuat : Selama bersepeda, sebagian otot-otot tubuh diaktifkan. Otot kaki yang bertanggung jawab untuk mengayuh pedal sepeda; otot perut dan punggung menstabilkan tubuh di sepeda dan bantalannya dari pengaruh ekdternal; dan sistem otot lengan dan bahu mendukung tubuh agar kuat memegang setang sepeda. Semua pelatihan dan pengencangan sistem otot ini, membuat otot semakin kencang dan mampu berfungsi secara efisien.  
3. Perkuat sistem kerangka : Bersepeda memiliki efek positif pada kepadatan dan kekuatan tulang sehingga, secara otomatis, kerangka pun menguat. Selain itu, seperti yang telah dikemukakan di atas, bersepeda dapat menguatkan otot, dan otot yang kuat mampu melindungi sistem kerangka.
4. Cegah timbulnya penyakit tulang belakang dan sakit punggung : Postur tubuh ketika bersepeda sangat baik dan gerakan siklis pada kaki merangsang otot-otot di punggung bawah. Dengan cara ini, tulang belakang diperkuat dan dilindungi terhadap stres eksternal. Keistimewaan lain dari bersepeda adalah dapat merangsang otot-otot kecil dari vertebra yang mana sulit untuk dilakukan oleh jenis latihan lainnya. Hal ini dapat membantu mengurangi kemungkinan sakit punggung dan masalah lainnya.
5. Kurangi stres mental : Bersepeda memiliki efek relaksasi yang besar karena gerakan sikliknya yang seragam dapat menstabilkan fungsi tubuh, baik dari segi fisik dan mental. Sehingga mampu melawan kecemasan, depresi, dan masalah psikologis lainnya. Bersepeda juga mempu mengontrol keseimbangan hormonal.
6. Cegah penyakit jantung dan kardiovaskuler : Jantung merupakan organ terpenting untuk terciptanya kehidupan yang sehat, akan tetapi jantung bisa rusak jika memiliki gaya hidup yang tidak aktif. Bersepeda merupakan bentuk latihan yang sangat ideal agar jantung lebih kuat karena berkurangnya stres pada jantung. Selain itu semua faktor risiko yang menyebabkan serangan jantung berkurang dan dengan bersepeda secara teratur dapat mengurangi kemungkinan terkena serangan jantung sebanyak lebih dari 50 persen.
7. Turunkan tekanan darah : Bersepeda, tingkat moderat, dapat mencegah atau setidaknya mengurangi tekanan darah tinggi sehingga mampu mencegah struk atau kerusakan organ. Tekanan darah juga berkurang dengan menurunnya denyut jantung, dan hal ini merupakan hasil dari bersepeda dengan teratur.
8. Stamina : Bersepeda adalah olahraga aerobik yang baik karena, bersepeda, memberikan tegangan/ tekanan lebih sedikit dibandingkan dengan olahraga ketahanan lainnya. Dengan meningkatnya stamina, keletihan dan kelelahan mampu dikurangi serta dapat meningkatkan perasaan yang sejahtera.
9. Mudah dilakukan : Sangat mudah bagi sendi Anda karena bersepeda merupakan bentuk latihan yang tidak berat. Anda dapat melakukannya pada setiap tingkat intensitas, sehingga membuat bersepeda menjadi olahraga yang cocok bagi orang-orang dengan segala usia dan tingkat kebugaran.
10. Melindungi bumi : Memilih sepeda untuk dijadikan alat transportasi harian Anda dan mengurangi perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor, akan mengurangi emisi gas rumah kaca, biaya pemeliharaan jalan, serta berkontribusi untuk mencegah kemacetan. Bersepeda selama 25 menit setiap harinya, Anda mampu menyimpan sekitar 165 kg karbon dioksida selama satu tahun.
Sumber : KOMPAS.com

Gowes Apa Wisata Kuliner?


Selasa sore, 24 April 2012 saya dapat kiriman foto-foto gowes sore bareng.  Saya sendiri kebetulan nggak bisa gabung karena sedang ada acara di luar kota.  Namun ada yang aneh dari foto-foto itu, karena bukan foto gowes yang saya terima melainkan foto-foto acara kuliner di Pasar Minulyo. Karena bukan acara gowes, foto-foto itu nggak jadi saya upload ke blog ini.
Mungkin ada yang penasaran atau memang baru ketemu gambar yang diinginkan, besoknya ada yang kirim foto-foto yang lain dengan pesan "untuk update blog".  Akhirnya berikut ini rekaman acara gowes Selasa sore kemaren sesuai urutan pengiriman gambar yang saya terima.#yd*
Burjo, ini baru menu pembuka

Mungkin nggak sabar, jamur crispy yang masih di penggorenganpun tak lepas dari jepretan

Sasaran berikutnya, Sego HiK apa Wedang Ronde?

Thenger-thenger, mungkin karena kebanyakan yang masuk daripada yang keluar

Hmmm.. kenapa sepedanya nggak dinaiki Pak?

Biar kejepret, dituntun wae lah

Lha.. kok yang pake helm malah nggak kuat?

Selasa, 17 April 2012

Ekspedisi Pasar Minulyo

Gowes sore kali ini (Selasa, 17 April 2012) ambil rute seputaran kota, itung-itung sambil cuci mata dan hilangkan penat setelah seharian kerja.  Start dari perempatan Bapangan, tanpa direncanakan sebelumnya rombongan menuju ke arah utara menuju Gerdon, terus sedikit naik lewat Sambong, Turi Ayam menuju Widoro.  Karena lewat area mbak Dina nggak "diampirkan", rombongan coba-coba lewat rumah Mbak Yuni dengan naik jalan tembus Bonredi.  Lagi-lagi karena nggak ada harapan, diputuskan untuk cari harapan ke Pasar Minulyo aja.  Hahaha... kalau di sini yang jelas semua ada, tinggal pilih saja.
Kalori yang terbakar tergantikan di warung tenda Pasar Minulyo

Lha,.. ini siapa ya yang kebagian bawa tikar?

Senin, 16 April 2012

Gowes Sabtu, 14 April 2012

Tidak ada yang lebih istimewa dari gowes kali ini kecuali bergabungnya beberapa anggota baru dalam komunitas ini. Sesuatu yang sebelumnya hampir dimustahilkan.  (wellcome Bu Nanang)... Alhamdulillah, komunitas gowes yang semula hanya beranggotakan be berapa gelintir saja, berkat usaha bersama kini makin dan makin berkembang. 
Rute gowes kali ini sebagian besar melalui jalan pinggiran kampung sambil menikmati indahnya pemandangan pagi wilayah selatan dan timur kota, melewati Desa Kembang, Sukoharjo, Kayen, Purwoasri, Kebonagung, Banjarjo, Mentoro, Arjowinangun, dan seperti biasa finish di Baleharjo.
Sepanjang saluran irigasi Kebonagung

Sepeda baru Bu, jadi wajar kalau belum begitu jinak

Nikmatnya jalanan turun,  Padi-Purwoasri

Warna boleh beda, tapi semangat tetap sama

Mulai bersepeda dari diri sendiri, mulai bersepeda dari yang dekat-dekat saja, mulai bersepeda sekarang juga

Selasa, 10 April 2012

Tumpak Rindjing Sore-Sore

Tujuan gowes sore kali ini dipilih lokasi Monumen Tumpak Rindjing mengingat waktu yang mepet dan peserta yang sebagian sudah mendekati masa pensiun. Hehehe... maaf Pak Sek.  
Kumpul di Bapangan jam 4 sore, sembilan peserta berangkat dengan semangat empat lima.  Seperti sudah diduga belum separo jalan rombongan yang awalnya berangkat bersama-sama jadi terpencar 3 kelompok.
Walau nggak bisa bareng, akhirnya semua bisa sampai finish juga.  Sampai tujuan ternyata Bapak pembina sudah sampe duluan... Curi start rupanya.  Usut punya usut ternyata semua bisa finish karena malu kalah sama sama yang sudah sampai duluan. Sementara yang muda-muda ngebut duluan takut kesalip bapak-bapak yang lebih tua. Lha terus kenapa Pak Pembina curi start?  #one*
Ambil napas panjang

Maaf foto agak kabur,yang ambil gambar agak keder karena ngos-ngosan

Peralatan Ber-MTB bagi Pemula

Berikut ini tools yang harus disiapkan bagi pemula yang akan bersepeda ke tempat-tempat yang agak terpencil dimana mungkin diperlukan tindakan-tindakan darurat karena adanya kerusakan atau kecelakaan :

Kunci L dan Obeng
Dalam satu komunitas tidak perlu setiap orang membawa peralatan ini, tetapi cukup satu saja dan saling berbagi. Biasanya alat ini digunakan untuk memperbaiki sadel yang kendor, posisi caliber discbrake, rem hidrolik membuka brakepad yang menjepit, mengencangkan baut stem sepeda dll.

Ban Cadangan
Berdasarkan pengalaman,  kejadian ban bocor sangat sering terjadi, terutama saat melewati rute pegunungan dengan jalan terjal berbatu yang sulit.  Biasanya bisa diakibatkan oleh batu atau kayu yang runcing, paku, pecahan kaca, benda logam,  maupun benda keras lainnya.  Untuk itu dalam satu kelompok sebaiknya membawa dua buah ban cadangan.  Sekarang banyak dijual ban-ban yang tipis dan ringan yang mudah dibawa.

Pompa
Hati-hati dengan tekanan ban yang terlalu rendah, karena selain bisa menyebabkan ban bocor juga bisa merusak velg.  Untuk itu usahakan selalu membawa pompa kecil saat berangkat bersepeda.  Saat ini banak dijual pompa kecil yang bisa dipasang melekat pada frame sepeda.

GPS
Peralatan ini diperlukan apabila kita belum menguasai rute sehingga dikhawatirkan bisa tersesat.

Makanan
Jangan lupa membawa makanan jika acara bersepeda cukup lama atau rute cukup jauh dan diperkirakan sulit menemukan warung makan.  Apalagi bagi yang mempunyai keluhan dalam hal pencernaan.  Tidak perlu banyak karena akan merepotkan.  Namun tiap orang sebaiknya membawa disesuaikan dengan kebutuhan dlm perjalanan. 

Minuman
Tentunya sebelum berangkat setiap pegowes harus selalu membawa minuman.

Peralatan P3K
Perlatan P3K yang biasa diperlukan adalah obat merah, spray anti kram dan plester/perban luka. Hal ini diperlukan untuk antisipasi kalau ada yang terjatuh, kram atau kecelakaan lain yang mungkin terjadi.  Dalam satu kelompok cukup membawa satu saja peralatan P3K.

Kamera/HP Berkamera
Tetep jangan lupa narsis is the best.  #yd*

Kamis, 05 April 2012

Gowes Jum'at 6 April 2012 (Gowes Sabtu yang Dimajukan)

Banyaknya desakan untuk memajukan sehari jadwal (gowes Sabtu, 7/4/12), akhirnya disepakati khusus minggu ini jadwal gowes rutin dirubah hari Jum'at.  Libur kerja panjang tiga hari bagi sebagian anggota cukup untuk dimanfaatkan refreshing dan mudik bagi yang bukan asli Pacitan.  Kebetulan kok ya pas habis gajian. #one*
Pengurus inti PKK BMP Cycling Club; "Gobyos tak menghalangi untuk NARSIS"

Sepeda Kami adalah Sepeda Tunggal Ika

Istirahat sambil pamer perut, siapa juaranya?

Dan semuanya memang layak dapat JEMPOL

Gowes Sabtu, 24 Maret 2012


Rute gowes Sabtu kali ini ke arah Kecamatan Kebonagung, dengan “tujuan akhir” rumah Pak Boyatin. Kebetulan pas Pak Boyatin punya hajat tasyakuran atas panen yang hasilnya lebih dari biasanya.  Start dari tempat biasa (tribun alun-alun kota), selanjutnya lewat Arjowinangun – Menadi - Mentoro – Kayen – Purwoasri -  Banjarjo langsung ke “tujuan akhir”.  Sebagian yang belum puas naik sampai ke Ds. Gawang dan sebagian lagi pasar Gayam, Sidomulyo. Berikut rekaman gambar-gambar hasil jepretan One.
Masih ada yang helm dan seragam belum standar tapi tetep PeDe
Bintang tamu sekaligus sesepuh olahraga sepeda gunung.. Sembah nuwun mBah Karni

Semangaat....tujuan akhir sudah dekat..*jembatan kebonagung*

Acara Inti... tasyakuran panen Pak Boyatin *sering-sering pak Boy....*

Rabu, 04 April 2012

Mewujudkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) 30%


Selamatkan Lingkungan Mulai dari Diri Kita Sendiri !!


Fenomena Global Warming seharusnya menjadi peringatan bagi kita bahwa telah terjadi degradasi kualitas lingkungan hidup yang bisa membahayakan keberlangsungan kehidupan umat manusia. 
Pola pembangunan kota yang mengedepankan faktor ekonomi dan mengesampingkan faktor kelestarian sumberdaya alam telah menggiringnya menuju bunuh diri ekologi yang dampaknya makin sering kita rasakan.  Bencana banjir di musim penghujan dan ancaman kekeringan di musim kemarau merupakan bukti rusaknya alam akibat kesalahan manusia pengelolanya.  Bahkan sekarang ada istilah baru musim di Indonesia yaitu musim banjir dan musim kekeringan, bukan musim hujan dan musim kemarau.
Undang-Undang No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang mensyaratkan bahwa kota harus memiliki RTH sedikitnya 30% dari seluruh luas wilayahnya.  Angka 30% bertujuan untuk menyeimbangkan ekosistem kota untuk menjamin udara bersih termasuk menjaga keanekaragaman hayati dan meningkatkan estetika.  Mengingat pentingnya peranan RTH dalam mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan menuju green city, perangkat hukum lain yang juga mendukungnya antara lain UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU  No. 7 tahun 2004 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air, dan UU No. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.  Dalam UU No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana Alam juga disyaratkan adanya ruang evakuasi bencana sebagai bagian dari RTH kota. 

Keengganan pemerintah daerah untuk memasukkan RTH 30% ke dalam RTRW kota dengan alasan keterbatasan lahan, mahalnya harga tanah dsb. seharusnya tidak perlu terjadi.  Yang terpenting seharusnya adalah adanya penyamaan persepsi mengenai pencapaian target RTH 30%; apakah akan dilakukan dalam 10 tahun, 25 tahun atau 50 tahun, atau bahkan lebih cepat.  Pemerintah harus kreatif, untuk menyulap lahan-lahan terlantar menjadi jalur hijau, daerah resapan atau hutan kota. Taman kota, pemakaman, embung, situ, danau/telaga, daerah sempadan sungai, tepian jalan, tempat rekreasi, tepian pantai, lapangan olahraga bahkan taman atap dapat lebih dioptimalkan sebagai green open space dengan langkah-langkah yang kreatif, untuk memenuhi amanat UU No. 26 tahun 2007.
Selain dengan legalisasi Perda RTH, peningkatan peran serta masyarakat dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas RTH kota merupakan strategi yang mutlak harus ditempuh agar target RTH 30% dapat dipenuhi.   Yang paling penting adalah kita harus mengembangkan cara berpikir yang optimis dan menghilangkan cara berpikir pesimis karena melihat keterbatasan lahan yang ada, keterbatasan anggaran dan harga tanah yang makin tinggi.  Waktu terus berjalan.  Janganlah catatan buruk yang selama ini sudah berjalan akan terus berjalan dan makin bertambah buruk.   #yd*