Kamis, 29 Maret 2012

Bijaksana Menggunakan Air Untuk Anak Cucu Kita (Refleksi Hari Air Sedunia)

Ironis sekali ketika kadang kita melihat antrian orang mencari air untuk kebutuhan sehari-hari sementara di bagian lain air dipakai boros untuk cuci mobil.  Apalagi saat membaca beritapetani harus saling bacok dan bertikai karena berebut air sementara di tempat lain dipakai untuk menyirami lapangan golf.  
Sekarang kita mengalami permasalahan air yang luar biasa seiring pertumbuhan penduduk yang makin pesat. Secara umum permasalahan air dimana-mana adalah 3T.  Too much (terlalu banyak) akan menyebabkan banjir, too little (terlalu sedikit) akan terjadi kekeringan dan too dirty (terlalu kotor) akan mengakibatkan polusi/pencemaran.  
Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan untuk kelestarian sumberdaya air antara lain :
  1.  Gunakan air secukupnya, mandi dengan shower lebih hemat daripada dengan gayung.  Bila mencuci mobil gunakan air di ember, tidak menggunakan selang.  Jangan biarkan kran air selalu terbuka agar air tidak terbuang percuma.
  2. Budayakan membuat lubang resapan biopori di pekarangan rumah yang bisa berfungsi untuk memperluas bidang resapan air sehingga bisa mengurangi limpasan permukaan.  .  Selain itu perbanyak sumur resapan di halaman rumah untuk water saving (menabung air)
  3. Mengajak masyarakat dimulai dari anggota keluarga masing-masing untuk memulai pola hidup yang hemat air ; tidak berlama-lama ketika mandi, mencuci kendaraan seperlunya dll.
Perlu diingat bahwa kebiasaan dalam memperlakukan lingkungan hidup saat ini akan dirasakan oleh generasi berikutnya, untuk anak dan cucu kita.
Semoga pada momen Hari Air Sedunia tanggal 22 Maret 2012 yang mengambil tema "food and water security" ini bisa menjadikan tonggak awal timbulnya kesadaran baru seluruh penduduk bumi tentang pentingnya pelestarian sumberdaya air. *yd*

Selasa, 27 Maret 2012

Kami Ada Karena Memang Harus Ada

Berawal dari komunitas kecil para pegiat bersepeda, yang tiada bosan terus berusaha menggugah kepedulian lingkungan sekitarnya, akhirnya terbentuk sebuah wadah yang menghimpun berkembangnya anggota komunitas bersepeda di Dinas Bina Marga dan Pengairan Kab. Pacitan.

Sebelumnya tak ada yang menyangka bahwa kami akan menjadi sebesar ini dengan waktu secepat ini.  Alhamdulillah, berkat dukungan pimpinan dan seluruh keluarga besar dinas Bina Marga dan Pengairan, secara resmi terhitung sejak 1 Maret 2012, komunitas yang akhirnya disepakati bernama "BMP Cycling Club" ini berdiri dan mulai eksis meramaikan dinamika kegiatan bersepeda di Pacitan, dengan jumlah anggota terus bertambah bahkan fast and sure mulai melebihi jumlah anggota komunitas lain.

Terbukti bahwa dengan kebersamaan dan kekompakan membuat semua bisa berjalan lebih lancar.  Yah, kita ada karena memang seharusnya ada.  Semoga komunitas ini bisa lebih maju dan bermanfaat bagi semua. *yd*